Masing - masing

Tuesday, December 22, 2015

Alhamdulillah UAS udah kelar, tinggal uas-uas-nya nuggu nilai keluar. Ya, semua pasti berharap bagus dan yang terbaik. Tapi apalah dayaku yang ngoding pun sering dibantu temen dan mas google. Gabisa buat sendiri, debugging sendiri, gabisa berdiri sendiri seperti teman-teman yang lain, dan seperti Nyonya Meneer yang bisa berdiri sejak 1919.

Skip, gw gabakal bahas UAS-nya, udah eneg sejak 2 minggu kemaren kepikiran terus dengan balada tugas, organisasi, dan kamu yang seliweran di hati tanpa henti :3

Kadang....
Gw mikir if I were him, yang bisa ini bisa itu, punya modal ini punya modal itu. I would like to .......
Ah, emang imajinasi model begini sering seliweran kaya laron di musim hujan.
Pemikiran kek gitu gw perkirakan (padahal ngalamin sendiri) bakal bermuara ke-2 hal :
1. Berandai-andai, tanpa aksi, solusi, cuma isapan jempol yang basi. Bahayanya cenderung menyalahkan takdir, tanpa pikir-pikir, kenapa hal demikian bisa hadir? Padahal dalam ajaran islam sendiri melarang berandai-andai karena cenderung tidak terima dengan takdir dari Alloh.
2. Membandingkan, antara aku, kamu, mereka, dan dia. Ujung-ujungnya cari kekurangan orang yang dianggap lebih dari kita, entah dr segi fisik, karakter. ataupun personalia.

Poin kedua ini nih yang sering jadi penyakit hati (gw terutama). Entah kenapa ego selalu berkata gw yang terbaik, tanpa mau memandang sekitar, adakah orang yang lebih dari diri ini.

Sumber: http://gmat.crackverbal.com/wp-content/uploads/2014/09/comparison.jpg

Terus mencari kekurangan orang lain, untuk apa? Pembelaan terhadap diri sendiri yg merasa lebih tinggi? Tapi tunggu, itu hanya di salah satu pilar kehidupan, Sedangkan pilar lainnya? Terlampau jauh bila dibandingkan dengan orang lain. Ber"rias" dengan riasan palsu yang molek nan menipu pun tak ada guna. Karena setiap riasan ada masanya, ada kalanya di pakai, di tambah, dikurangi, bahkan di hapus, tergantung kondisi dan koalisi sekitar. Ya seperti riasan konvensional, adakalanya di rias saat menjamu tamu, berkeperluan, tp apakah pada saat mandi mengenakan riasan? mungkin cuma Dijah Yellow yang seperti itu.

Menjalani kehidupan dengan topeng dan style seseorang yg bukan diri kita? beraaat, tak ada guna jua. Hanya akan memupuk kebohongan dan apabila dibiarkan akan tumbuh subur pelan-pelan. Ketika "wajah" asli kita terpaksa ditampakkan maka orang akan terkaget dan mulai menjauh perlahan.

Semua pribadi itu yunik, memiliki kelebihan masing-masing, tanggung jawab masa depan masing-masing pula, tidak semua harus jadi engineer, pun tidak semua harus jadi politikus yang hobinya ...... *isi sendiri. Ambillah tanggung jawab hidup ini dengan sebaik baiknya dan seikhlas-ikhlasnya, walau terkadang ngomong atau nulis kaya gini keliatan lebih gampang, terlihat seolah seperti seorang bijaksana. Tapi cobalah, praktekan, pasti ada jalannya.

Jadilah diri sendiri, berlombalah dengan diri sendiri, syukuri nikmat yang telah diberi karena itu merupakan perlombaan paling adil, kompetitif dan terukur jelas oleh diri. Pada akhirnya pun kita akan hidup dan berjuang demi diri kita sendiri - "Masing-masing"

Maaf sebelumnya bahasa gw rubah-rubah, kadang pake gw kadang saya kadang akika wkwkwk. Tulisan yg ga ada korelasi antara paragraf satu dan lainnya, bahkan terkadang ga ada maknanya. Harap di maklum, bocah yang terperangkap dalam tubuh dewasa dan umur tua ini sedang belajar meramu kata supaya enak dibaca dan mudah dicerna. Dan kalopun ada masukan langsung komen atau poke di facebook aja ya.

Ini cuma curhatan mahasiswa informatika, dunot tek it seriusli oukay?

You Might Also Like

0 blogger-facebook

Instagram