Hari jum'at minggi lalu saya dikagetkan dengan pesan dari teman smp saya yang sudah lama gak ketemu. Dia bertanya soal lokasi rumah saya dimana, terus nawarin bisnis, ya seperti orang kebanyakan sih siapa yang ga seneng ditawarin bisnis? Dalam hati, seneng banget dapet tawaran bisnis dari temen lama, sekalian silaturahim, ya siapa tau cocok bisnisnya. Awal awal sih belum ada kecurigaan bisnis ini bakal larinya ke MLM, soalnya saya tau temen saya yang satu ini emang latar belakangnya di bisnis, dia bisnis di bidang fashion wanita, iya, hijab.
Terus kita janjian di tempat yang telah ditentukan, di jalan martanegara. Sebelum bertemu, awalnya saya menawarkan tempat untuk bertemu diganti di kantor saya & teman saya yang kebetulan dekat dengan TKP, tp dia tiadak mau, katanya enak disana, yowiiis. Mulai dari sini nih saya curiga kalo bisnis yang dia tawarin itu MLM, dibenak saya paling paling MLM yang dodol pulsa, atau yg berlogo lebah, atau dedaunan itu. Tapi ya sudahlah apa salahnya untuk datang dulu, siapa tau kecurigaan saya itu salah. Akhirnya kita janjian dan ketemuan di suatu tempat, dia datang bersama temannya kemudian membimbing saya ke tempat yang katanya tempat temannya itu.
Sesampainya disana saya sudah bisa memastikan bahwa bisnis yang dia tawarkan itu MLM. Kenapa? karena banyak banget orang disana, masa iya mau ngajak joinan bisnis bawa banyak orang? bagi tugas dan bagi hasilnya gimana ntar? Tapi udah sih, tanggung udah disana juga, dengerin aja. Ternyata MLM yang ditawarin itu yang berlogo lebah, saya ga kaget soalnya udah ke-4 kalinya berarti saya diprospek MLM berlogo lebah ini, satu kali lagi dapet keanggotaan gratis kali ya.
Demi menghargai teman saya yang mengundang dan orang yg sedang presentasi saya sosoan serius dan memperhatikan apa yang dia bawakan. Tapi sesungguhnya yang saya lakukan hanya mengamati seisi tempat yang ada disana, udah itu aja. Katanya sih rumah yang megah yang diduduki kita saat itu milik salah satu anggota DPRD kota Bandung yang termuda dan juga leader dari MLM mereka, yang penghasilannya sudah jutaan per-hari.
Saya tidak menyangsikan atau merasa ga percaya dengan apa yang telah mereka dapatkan, karena mereka sudah membuktikannya ke saya dengan memperlihatkan print buku tabungannya. Tapi entah kenapa saya sudah tidak tertarik lagi akan bujuk rayu mereka, karena sebelumnya saya sudah memiliki pengalaman di MLM yang bernama belakang 'sekolah' dan MLM yang bergambar dedaunan. Sepertinya passion saya bukan di MLM karena sudah dipaksakan untuk serius pun terasa berat sekali dan berujung ditinggalkan.
Passion saya yang sebenarnya itu di bisnis riil penjualan barang atau jasa yang benar-benar base on product + strategi + management. Meskipun pulang hingga larut malam bahkan sampai menginap, dengan penghasilan yang belum tentu ada, tapi saya enjoy disana, asik sekali bertemu orang baru, masalah masalah baru, dari yang kecil hingga yang besar. Bertemu dengan orang dengan berbagai macam latar belakang, bertukan ide bisnis, saling support, dan tidak bergantung pada suatu jenis produk atau jasa, ah indahnya.
Sebenarnya MLM itu tidak mutlak buruk seperti yang kebanyakan orang pikirkan, karena memang sudah ada buktinya orang yang berhasil dari MLM. Namun yang buat saya risih itu cara mereka yang kurang elegan dalam perekrutan member baru. Tapi tetap kita harus mengacungkan 4 jempol kita untuk mereka, karena di usianya yang masih tebilang muda, mereka tidak malu untuk menjalankan MLM yang notabene berkonotasi buruk di mata orang lain. Dan disaat teman teman mereka hang out menghabiskan uang orang tua masing masing, mereka sibuk berkumpul memikirkan strategi untuk merekrut anggota baru, atau bahkan melakukan proses perekrutan.
Inti dari semua ini adalah jangan menganggap MLM itu buruk, tidak. Mungkin karena banyak 'pemain' MLM yang kurang lihai & elegan saja dalam promosi, masih banyak 'pemain' MLM yang elegan dalam 'bermain' bisnis ini.
Setiap orang memiliki jalan dan pilihan hidup masing-masing, jangan menganggap pilihan hidup kitalah yang paling benar dan hebat, juga jalan tercepat menuju puncak karir atau 'kesuksesan' dalam hidup. Hargailah pilihan hidup orang lain, masing-masing orang mempunyai cara tersendiri untuk menikmati hidup dan mendefinisikan 'kesuksesannya'.
Terakhir saya lampirkan ayat dari Al-Qur'anul Karim:
Hanya sekedar buah pikir mahasiswa informatika, ambil yang baiknya, buang yang buruknya :)
![]() |
| https://konsultasi.files.wordpress.com/ |
Sesampainya disana saya sudah bisa memastikan bahwa bisnis yang dia tawarkan itu MLM. Kenapa? karena banyak banget orang disana, masa iya mau ngajak joinan bisnis bawa banyak orang? bagi tugas dan bagi hasilnya gimana ntar? Tapi udah sih, tanggung udah disana juga, dengerin aja. Ternyata MLM yang ditawarin itu yang berlogo lebah, saya ga kaget soalnya udah ke-4 kalinya berarti saya diprospek MLM berlogo lebah ini, satu kali lagi dapet keanggotaan gratis kali ya.
Demi menghargai teman saya yang mengundang dan orang yg sedang presentasi saya sosoan serius dan memperhatikan apa yang dia bawakan. Tapi sesungguhnya yang saya lakukan hanya mengamati seisi tempat yang ada disana, udah itu aja. Katanya sih rumah yang megah yang diduduki kita saat itu milik salah satu anggota DPRD kota Bandung yang termuda dan juga leader dari MLM mereka, yang penghasilannya sudah jutaan per-hari.
Saya tidak menyangsikan atau merasa ga percaya dengan apa yang telah mereka dapatkan, karena mereka sudah membuktikannya ke saya dengan memperlihatkan print buku tabungannya. Tapi entah kenapa saya sudah tidak tertarik lagi akan bujuk rayu mereka, karena sebelumnya saya sudah memiliki pengalaman di MLM yang bernama belakang 'sekolah' dan MLM yang bergambar dedaunan. Sepertinya passion saya bukan di MLM karena sudah dipaksakan untuk serius pun terasa berat sekali dan berujung ditinggalkan.
Passion saya yang sebenarnya itu di bisnis riil penjualan barang atau jasa yang benar-benar base on product + strategi + management. Meskipun pulang hingga larut malam bahkan sampai menginap, dengan penghasilan yang belum tentu ada, tapi saya enjoy disana, asik sekali bertemu orang baru, masalah masalah baru, dari yang kecil hingga yang besar. Bertemu dengan orang dengan berbagai macam latar belakang, bertukan ide bisnis, saling support, dan tidak bergantung pada suatu jenis produk atau jasa, ah indahnya.
Sebenarnya MLM itu tidak mutlak buruk seperti yang kebanyakan orang pikirkan, karena memang sudah ada buktinya orang yang berhasil dari MLM. Namun yang buat saya risih itu cara mereka yang kurang elegan dalam perekrutan member baru. Tapi tetap kita harus mengacungkan 4 jempol kita untuk mereka, karena di usianya yang masih tebilang muda, mereka tidak malu untuk menjalankan MLM yang notabene berkonotasi buruk di mata orang lain. Dan disaat teman teman mereka hang out menghabiskan uang orang tua masing masing, mereka sibuk berkumpul memikirkan strategi untuk merekrut anggota baru, atau bahkan melakukan proses perekrutan.
Inti dari semua ini adalah jangan menganggap MLM itu buruk, tidak. Mungkin karena banyak 'pemain' MLM yang kurang lihai & elegan saja dalam promosi, masih banyak 'pemain' MLM yang elegan dalam 'bermain' bisnis ini.
Setiap orang memiliki jalan dan pilihan hidup masing-masing, jangan menganggap pilihan hidup kitalah yang paling benar dan hebat, juga jalan tercepat menuju puncak karir atau 'kesuksesan' dalam hidup. Hargailah pilihan hidup orang lain, masing-masing orang mempunyai cara tersendiri untuk menikmati hidup dan mendefinisikan 'kesuksesannya'.
Terakhir saya lampirkan ayat dari Al-Qur'anul Karim:
“Barangkali kamu membenci membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” – Al-Qur’anul Karim; Surah Al-Baqarah (2) ayat 216Semoga temen-temen penggiat MLM dan non-penggiat MLM diberi kemudahan dan keberkahan jalan dalam mencari rizki yang halal dan barokah dan segera dipertemukan dengan 'kesuksesannya' masing-masing. Aaamiiiin
Hanya sekedar buah pikir mahasiswa informatika, ambil yang baiknya, buang yang buruknya :)






